Tampilkan postingan dengan label beli nanas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beli nanas. Tampilkan semua postingan
Nanas apa yang kami jual?
Kami menjual nanas dari kebun di wilayah lereng gunung kelud (Blitar dan Kediri)
Nanas apa?
Nanas Bitar.
Nanas blitar merupakan salah satu jenis nanas yang populer karena rasa buahnya manis, serat buah halus, dan aromanya harum namun buahnya berukuran kecil. Nanas jenis ini berasal dari Blitar namun banyak juga dijumpai di Kediri (Jawa Timur).
Beli banyak bisa?
Kami hanya melayani pembelian diatas 1000 biji
Kiloan apa bijian?
Semua nanas dari Blitar dan Kediri dijual perbiji bukan perkilo
Yang besar berapa? yang kecil berapa?
Ada 3 macam tipe, A, B dan C
Masing-masing berbeda harganya
Tipe a: > 8ons
Tipe b:> 5ons
Tipe c:< 5ons
Bagaimana kirimnya?
Pembeli bisa ambil langsung ketempat (alamat kebun petani) atau bisa melalui jasa pengiriman dari kami (biaya tergantung jarak)
1 pikup/ mobil bak bisa angkut kurang lebih 2000 biji sedangkan truk sampai 5000 lebih
Nanasnya sudah matang?
Nanas akan kami panen dalam keadaan ranum (warna masih hijau) butuh waktu sekitar 5 hari untuk matang
Alamatnya dimana?
Di pasar ponggok Blitar - perbatasan kediri
Pembayaranya?
Pembayaran via transfer atau datang sendiri kesini (lebih aman) mohon maaf kami tidak melayani DP atau uang muka. Nanas akan di petik dari petani dan kemudian dikirim jika uang pembelian sudah lunas.
Bisa kirim sample?
Bisa, tetapi akan ada tambahan untuk packing, pengiriman dan akomodasi
Pemesanan bisa menghubungi
Whatsapp: 0813-3640-4447
Selai nanas merupakan salah satu teman terbaik bagi roti tawar.
Selain bergizi, roti tawar yang dicampur dengan selai nanas juga dapat
membuat perut kita kenyang dengan seketika. Walaupun saat ini banyak
selai nanas instan yang dijual di pasaran, namun selai nanas buatan
sendiri tetap yang paling nikmat rasanya. Bagaimanakah cara membuat
selai nanas tersebut?
Nanas atau dalam istilah latinnya dikenal dengan sebutan Ananas Comosus
merupakan salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan pada bagian
buahnya. Buah nanas tergolong buah yang cukup unik karena memiliki kulit
buah menyerupai sisik yang dilengkapi dengan jambul dan juga tidak
memiliki biji.
Ada perlakuan khusus yang harus dilakukan jika
Anda mengupas buah yang super unik tersebut. Cara mengupasnya memang
tidak bisa sembarangan karena nanas memiliki rongga-rongga berbulu
berwarna coklat seperti lubang hidung manusia.
Nah,
jika Anda tidak mengupasnya dengan tidak bersih; maka jika dimakan buah
nanas akan terasa gatal pada mulut. Oleh karena itu, kupaslah buah
nanas dengan benar dan tidak lupa membuang rongga-rongga yang bisa
membuat gatal tadi.
Banyak olahan buah nanas yang telah beredar di
pasaran, salah satunya adalah selai nanas. Selai nanas ini biasanya
digunakan atau dimanfaatkan untuk pelengkap kombinasi dari roti tawar
pada menu sarapan Anda. Rasa roti yang tawar akan sangat enak jika
diberikan selai seperti selai nanas.
Jika Anda menginginkan
sarapan yang beda dari biasanya, maka Anda dapat mencoba untuk menu
sarapan roti tawar plus selai nanas. Sayangnya, produk selai nanas yang
beredar di pasaran belum tentu terbuat dari nanas original yang
mempunyai segudang manfaat. Oleh karena itu, Anda dapat mencoba
terobosan baru dengan cara membuat resep selai nanas di rumah Anda
sendiri.
Bahan Selai Nanas
Bahan-bahan
yang diperlukan untuk membuat selai nanas tersebut sangatlah mudah
ditemukan. Bahan utama yang harus ada tentunya adalah 1 buah nanas.
Pilihlah nanas yang telah matang, harum, dan memiliki kualitas terbaik
seperti nanas Subang atau nanas Palembang.
Kualitas nanas yang
baik akan sangat mempengaruhi kualitas selai yang akan kita buat.
Selanjutnya, sediakan bahan-bahan tambahan meliputi gula pasir sebanyak
200 gram, air jeruk limau sebanyak 2 sendok makan, dan kayu manis
sebanyak ½ sendok teh.
Cara Membuat Selai Nanas
Mari kita
intip bagaimana cara membuat selai nanas tersebut. Pertama-tama, Anda
harus mengupas nanas terlebih dahulu sampai rongga-rongga gatalnya
tersebut bersih dengan sempurna. Kemudian, lakukan pemotongan
kecil-kecil supaya mudah untuk dibuat selai.
Namun sangat
disarankan untuk tidak menggunakan blender karena akan menambah kadar
airnya. Lebih baik Anda menggunakan parutan keju saja agar hasil selai
lebih halus dan lembut. Jika tidak ada, maka Anda juga dapat menggunakan
parutan kelapa biasa.
Langkah berikutnya, masukanlah nanas hasil
parutan tersebut ke dalam panci lalu panaskan di atas kompor dengan
menggunakan api sedang, jangan terlalu kecil atau terlalu besar.
Selanjutnya, tambahkan bahan-bahan pelengkap yang akan membuat rasa
selai semakin enak, di antaranya adalah kayu manis, gula pasir, dan air
jeruk limau.
Jangan lupa untuk diaduk-aduk sampai benar-benar
merata dan tercampur semua bahannya. Durasi memasak yang dibutuhkan
untuk membuat selai nanas tersebut kira-kira 30 menit atau tunggu sampai
kandungan air dalam selai nanas tersebut berkurang.
Setelah
tekstur selainya mulai kelihatan, angkatlah dari dalam panci. Namun
jika Anda menginginkan selai nanas kering, maka biarkanlah hingga
benar-benar kering. Setelah diangkat, diamkan sejenak agar uapnya pergi
dan selai tersebut menjadi dingin.
Setelah itu, masukan selai
nanas tersebut ke toples dan simpan di lemari es. Walaupun tanpa bahan
pengawet, selai dengan kualitas baik akan mampu bertahan sampai dengan 3
bulan bahkan lebih asalkan disimpan dengan baik.
Manfaat Selai Nanas
Selai
nanas kaya akan manfaat bagi kesehatan tubuh kita karena bahan utamanya
yaitu buah nanas memiliki banyak kandungan zat yang diperlukan oleh
tubuh kita. Pertama, nanas mengandung enzim pencerna protein yang
dikenal dengan sebutan proteinase sistein. Kandungan ini sangat
bermanfaat untuk anti-peradangan dan sangat bersahabat dalam melancarkan
pencernaan.
Kedua, nanas mengandung Vitamin C yang bermanfaat
untuk antioksidan dan imunitas. Ketiga, nanas mengandung mangan Vitamin
B1 yang baik untuk menghasilkan energi dan juga sebagai antioksidan.
Terakhir, kandungan zat dalam nanas juga dapat bermanfaat untuk
degenerasi makula sehingga penyakit kurang penglihatan ketika masuk usia
tua dapat dihindari.
Sekarang, segera coba cara membuat selai
nanas di atas. Selain untuk roti tawar, selai ini juga dapat digunakan
untuk isian nastar atau berbagai kue kering yang sering disajikan pada
hari raya lebaran lainnya. Jika Anda ingin mengetahui cara membuat
nastar dan berbagai macam kue kering lebaran
![]() |
| nanas blitar |
Selain bermanfaat sebagai makanan, buah nanas juga berkhasiat sebagai obat tradisional. Selain itu, kandungan vitamin seperti vitamin C dan mineralnya sangat baik untuk kesehatan. Khasiat buah nanas antara lain mengurangi keluarnya asam lambung yang berlebihan, membantu mencernakan makanan di lambung, antiradang, peluruh kencing (diuretik), membersihkan jaringan kulit yang mati (skin debridement), mengganggu pertumbuhan sel kanker, menghambat penggumpalan trombosit (agregasi platelet), dan mempunyai aktifitas fibrinolitik. Buah muda rasanya asam, berkhasiat memacu enzim pencernaan, antelmintik, diuretik, peluruh haid (emenagog), abortivum, peluruh dahak (mukolitik), dan pencahar.
Manfaat Buah Nanas Bagi Kesehatan
1. Mengobati Cacingan
Kupas 1 buah nanas muda, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, bilas dengan air masak, lalu parut. Peras dan saring hasil parutannya, lalu minumkan pada anak yang cacingan sedikit demi sedikit.
2. Lambung terasa penuh
Ketika pencernaan terganggu, lambung akan terasa penuh walaupun hanya diisi sedikit makanan. Cara mengatasinya dengan minum jus nanas 3 kali sehari masing-masing 3/4 gelas (kurang lebih 150 cc). Lakukan pengobatan ini 1/2 jam sebelum makan.
3. Keseleo, memar akibat terpukul
Jika Anak atau anggota keluarga lain mengalami kesleo, memar atau luka lebam, obati dengan buah nanas. Caranya, kupas 1 buah nanas yang sudah masak, potong-potong, lalu dijus. Minum air yang terkumpul sekaligus.
4. Luka bakar, gatal dan bisul
Selain enak dimakan, buah nanas juga bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit kulit seperti kulit terbakar, gatal pada kulit dan bisul. Caranya, cuci daun nanas sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Balurkan pada bagian yang sakit.
5. Mengobati Radang tenggorokan
Sakit tenggorokan mengganggu aktifitas anda? Kupas 2 buah nanas yang telah masak, lalu cuci sampai bersih. Potong-potong, lalu dijus atau diparut. Selanjutnya, peras menggunakan sepotong kain bersih. Minum air perasan yang terkumpul, sehari 3 kali, setiap kali cukup 1/3 bagian.
6. Obat Beri-beri
Manfaat buah nanas yang lainnya adalah mengobati penyakit beri-beri. Caranya, kupas 2 buah nanas yang sudah masak, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, jus atau parut, lalu peras. Minum air perasannya sekaligus. Sebaiknya diminum pagi atau siang hari sesudah makan.
7. Peradangan di kulit (dermatitis)
Sediakan 1/2 buah nanas yang telah masak. Kupas kulitnya, lalu parut. Hasil parutannya dipakai untuk menggosok kulit yang bersisik dan mengelupas, baik di kulit kepala atau bagian lain dari tubuh. Lakukan sekali sehari, malam sebelum tidur. Keesokan paginya baru dicuci bersih. Lakukan setiap hari.
8. Mengatasi Sembelit
Kupas 3 buah nanas yang belum masak, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, jus atau parut, lalu peras. Minum air perasannya setelah makan, sehari 2 kali, masing-masing cukup 1/2 gelas. Lakukan secara rutin hingga sembelit hilang.
9. Menghilangkan Ketombe
Sediakan 1/4 buah nanas masak. Kupas kulitnya, lalu parut, peras, dan saring. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis dan aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam sebelum tidur. Keesokan paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.
10. Menurunkan berat badan
Kupas 1 buah nanas yang tidak terlalu matang, lalu cuci sampai bersih. Potong-potong, lalu dijus atau diparut. Selanjutnya, peras menggunakan sepotong kain bersih dan air perasannya langsung diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.
Catatan Penting:
- Ibu hamil dilarang minum perasan buah nanas muda.
- Buah nanas di dalam saluran cerna difermentasi menjadi alkohol yang dapat menimbulkan kambuhnya rematik Gout.
- Penderita kencing manis (diabetes mellitus) dianjurkan untuk membatasi dalam mengonsumsi buah nanas karena kandungan gula buah yang masak cukup tinggi.
Selain bisa dikonsumsi secara langsung, ternyata buah nanas juga memiliki banyak khasiat sebagai obat tradisional. Jadi tidak adalahnya jika Anda menanam pohon ini di kebun atau belakang rumah. Baca juga buah-buahan bermanfaat lainnya seperti buah delima dan buah srikaya yang berkhasiat untuk pengobatan.
http://manfaatbuahdaun.blogspot.com/
KESEJAHTERAAN DAERAH
Sesuai namanya, queen (ratu), nanas yang banyak dibudidayakan oleh warga Blitar utara, Jawa Timur, ini memiliki rasa manis. Komoditas yang telah lama menjadi salah satu sumber pendapatan warga di Kabupaten Blitar itu berkembang baik sepanjang tahun meskipun di lahan pasir yang kering.
Selama puluhan tahun sebagian warga yang menghuni kaki Gunung Kelud di Blitar itu membudidayakan nanas. Buah yang banyak mengandung serat itu mengisi pekarangan rumah dan menjadikannya sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga.
Roni (53) sibuk menyiangi rumput yang tumbuh di sela tanaman nanas beberapa saat lalu. Meski telah bersinggungan dengan tanaman buah yang memiliki kulit tebal itu lebih dari 25 tahun, warga Desa Sumber asri, Kecamatan Nglegok, Blitar, itu tetap mengenakan sarung tangan untuk melindungi kulitnya dari sengatan duri kecil yang ada pada nanas.
Sesekali ia mengibaskan pakaian untuk mengusir debu tebal yang menempel. Kebun nanas itu berada di tepi jalan utama desa.”Ini kebun orang lain. Saya hanya menggarap. Hasilnya dibagi dua,” ujarnya.
Roni mengatakan, luas kebun yang digarapnya itu sekitar 2.500 meter persegi. Lahan seluas itu bisa menampung hingga 10.000 batang nanas. Selain menggarap lahan milik orang lain yang disewanya itu, ia juga memiliki lahan sendiri seluas 7.500 meter persegi. Lahan itu ditanami nanas dan kelapa. Jika semua tanaman nanas berbuah serempak dan panen, dia bisa memetik tak kurang dari 35.000 buah nanas.
Umur tanaman nanas cukup panjang. Biasanya nanas mulai berbunga pada bulan ke-13 dan memasuki musim panen pada umur 19 atau 20. Satu tanaman hanya menghasilkan satu buah.
Merawat buah yang kaya vitamin c ini tak sulit. Pemupukan cukup dilakukan tiga kali selama tanaman itu tumbuh, salah satunya beberapa minggu sebelum panen dengan tujuan untuk menyeragamkan buah. Nanas tidak banyak membutuhkan air sehingga ada sebagian petani di Blitar yang baru memulai tanam di tengah musim kemarau.
Menurut Roni, mengacu pada pengalamannya, dengan harga nanas Rp 900-Rp 2.000 per buah tergantung ukuran, kemungkinan hasil panen yang diperoleh dari lahan yang dikelola itu tak kurang dari Rp 9 juta. Setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp 600.000, keuntungan yang didaptkan paling sedikit Rp 8,4 juta.
“Saya mendapat separuhnya. Setengah yang lain menjadi milik orang lain menjadi milik orang yang memiliki lahan. Besar keuntungan pun menyesuaikan harga pasar. Apabila harga nanas di pasaran naik, keuntungannya tentu juga semakin besar,” katanya. Harga nanas yang paling tinggi yang pernah ia rasakan adalah Rp 3.500 per buah.
Tumpang sari
Pada waktu yang hampir bersamaan, Jais (49), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ngegok, Blitar juga membersihkan lahan nanas yang baru dipanen beberapa minggu lalu. Dia juga menanam nanas secara tumpang sari dengan papaya dan kelapa. Ia juga memanfaatkan sebagian dari luas total lahannya yang mencapai 8.000 meter persegi untuk beternak ayam petelur.
Menanam nanas secara tumpang sari, menurut Jais,memiliki keuntungan berganda. Pepaya, misalnya bisa diperoleh sekitar 200 kilogram (kg) buah sekali panen. Dengan harga Rp 2.000 per kg, uang yang dihasilkan dari papaya saja mencapai Rp 400.000 untuk sekali panen beberapa kali dalam setahun. Tambahan pendapatan ini, belum termasuk dari gula kelapa yang saat ini harganya mencapai Rp 9.200 per kg.
“Pendapat utamanya tetap dari nanas. Akhir-akhir ini, banyak warga di desa ini bisa membangun rumah bagus lantaran hasil dari nanas,” kata Jais. Ia menyebutkan, biaya untuk kedua anaknya yang berkuliah di Kota Malang, Jatim, juga berasal dari hasil menanam nanas.
Nanas telah lama berkembang di Blitar Utara. Warga memilih menanam nanas lantaran komoditas itu paling cocok dengan kondisi tanah yang berpasir dan kering.
Khoirul, warga Desa Kebon duren, Kecamatan Ponggok, Blitar, menembahkan, selain nanas kini warga juga mulai mengembangkan buah lain, seperti belimbing manis. Blitar adalah penghasil sejumlah buah-buahan andalan Jatim, termasuk durian, melon dan avokad.
Sesuai catatan Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, nanas dari kabupaten itu memiliki cirri khas yang berbeda dengan nanas dari daerah lain. Salah satunya ukuran buah yang tidak begitu besar, baratnya sekitar 1 kg, dan memiliki rasa manis. Luas lahan nanas di Blitar di perkirakan mencapai 5.000 hektar. Penghasil komoditas itu adalah Kecamatan Ponggok, Nglegok, Gandusari, Srengat, dan Udayana.
Kawasan pengganti
Mengenai perkembangan tanaman nanas, sejak tahun 2010 wilayah Blitar dan kabupaten tetangganya, Kediri, menjadi kawasan pengembang oleh Kementerian Pertanian. Penunjukan kawasan itu dilakukan sebagai pengganti dari lokasi sebelumnya di Kabupaten Subang Jawa Barat, yang dianggap kurang maksimal.
“Dari Subang digeser ke Blitar dan Kediri. Pertimbangannya karena di sini teknologinya dinilai lebih memungkinkan untuk pengembangan komoditas nanas. Teknologi itu maksudnya adalah sekali tanamlangsung dibongkar,” ujar Wawan Widianto, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, yang didampingi Kusbandono, staf Pembenihan Hortikultura.
Menurut mereka, sejak tahun 2011 mulai dikembangkan varietas nanas smooth cayenne di lahan baru seluas 25 hektar. Saat ini, luas tanaman nanas jenis itu telah mencapai 50 hektar. Smooth cayenne merupakan komoditas yang dianggap lebih menjual untuk ekspor lantaran bentuk fisiknya lebih besar, kandungan airnya lebih banyak, serta rasanya manis agak masam.
“Smooth cayenne untuk pasar ekspor. Namun, sejauh ini produksinya belum banyak. Adapun varietas yang lama, queen, ada pasarnya tersendiri. Nanas jenis ini banyak dikirim ke sejumlah kota di Indonesia, seperti Surabaya, Jakarta, Semarang, Balikpapan, dan beberapa daerah di Sumatera,” kata Wawan.
Dalam rangka pengembangan selanjutnya, kata Wawan, Dinas Pertanian dan Institut Pertanian Bogor (IPB) bermaksud mengintroduksi varietas middle diamond asal Kosta Rika. Ada eksportir yang membawa bibit itu ke Blitar dan saat ini masih dalam penelitaian.
Nama lokal dari Blitar utara memang lebih banyak mengisi pasar buah tradisonal. Saat ini, petani aktif membudidayakan nanas di Blitar sekitar 400 orang dan mereka tak lagi hanya memikirkan pasar lokal, tetapi juga pasar ekspor.
Sumber : Kompas (Senin, 23 September 2013)
Sesuai namanya, queen (ratu), nanas yang banyak dibudidayakan oleh warga Blitar utara, Jawa Timur, ini memiliki rasa manis. Komoditas yang telah lama menjadi salah satu sumber pendapatan warga di Kabupaten Blitar itu berkembang baik sepanjang tahun meskipun di lahan pasir yang kering.
Selama puluhan tahun sebagian warga yang menghuni kaki Gunung Kelud di Blitar itu membudidayakan nanas. Buah yang banyak mengandung serat itu mengisi pekarangan rumah dan menjadikannya sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga.
Roni (53) sibuk menyiangi rumput yang tumbuh di sela tanaman nanas beberapa saat lalu. Meski telah bersinggungan dengan tanaman buah yang memiliki kulit tebal itu lebih dari 25 tahun, warga Desa Sumber asri, Kecamatan Nglegok, Blitar, itu tetap mengenakan sarung tangan untuk melindungi kulitnya dari sengatan duri kecil yang ada pada nanas.
Sesekali ia mengibaskan pakaian untuk mengusir debu tebal yang menempel. Kebun nanas itu berada di tepi jalan utama desa.”Ini kebun orang lain. Saya hanya menggarap. Hasilnya dibagi dua,” ujarnya.
Roni mengatakan, luas kebun yang digarapnya itu sekitar 2.500 meter persegi. Lahan seluas itu bisa menampung hingga 10.000 batang nanas. Selain menggarap lahan milik orang lain yang disewanya itu, ia juga memiliki lahan sendiri seluas 7.500 meter persegi. Lahan itu ditanami nanas dan kelapa. Jika semua tanaman nanas berbuah serempak dan panen, dia bisa memetik tak kurang dari 35.000 buah nanas.
Umur tanaman nanas cukup panjang. Biasanya nanas mulai berbunga pada bulan ke-13 dan memasuki musim panen pada umur 19 atau 20. Satu tanaman hanya menghasilkan satu buah.
Merawat buah yang kaya vitamin c ini tak sulit. Pemupukan cukup dilakukan tiga kali selama tanaman itu tumbuh, salah satunya beberapa minggu sebelum panen dengan tujuan untuk menyeragamkan buah. Nanas tidak banyak membutuhkan air sehingga ada sebagian petani di Blitar yang baru memulai tanam di tengah musim kemarau.
Menurut Roni, mengacu pada pengalamannya, dengan harga nanas Rp 900-Rp 2.000 per buah tergantung ukuran, kemungkinan hasil panen yang diperoleh dari lahan yang dikelola itu tak kurang dari Rp 9 juta. Setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp 600.000, keuntungan yang didaptkan paling sedikit Rp 8,4 juta.
“Saya mendapat separuhnya. Setengah yang lain menjadi milik orang lain menjadi milik orang yang memiliki lahan. Besar keuntungan pun menyesuaikan harga pasar. Apabila harga nanas di pasaran naik, keuntungannya tentu juga semakin besar,” katanya. Harga nanas yang paling tinggi yang pernah ia rasakan adalah Rp 3.500 per buah.
Tumpang sari
Pada waktu yang hampir bersamaan, Jais (49), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ngegok, Blitar juga membersihkan lahan nanas yang baru dipanen beberapa minggu lalu. Dia juga menanam nanas secara tumpang sari dengan papaya dan kelapa. Ia juga memanfaatkan sebagian dari luas total lahannya yang mencapai 8.000 meter persegi untuk beternak ayam petelur.
Menanam nanas secara tumpang sari, menurut Jais,memiliki keuntungan berganda. Pepaya, misalnya bisa diperoleh sekitar 200 kilogram (kg) buah sekali panen. Dengan harga Rp 2.000 per kg, uang yang dihasilkan dari papaya saja mencapai Rp 400.000 untuk sekali panen beberapa kali dalam setahun. Tambahan pendapatan ini, belum termasuk dari gula kelapa yang saat ini harganya mencapai Rp 9.200 per kg.
“Pendapat utamanya tetap dari nanas. Akhir-akhir ini, banyak warga di desa ini bisa membangun rumah bagus lantaran hasil dari nanas,” kata Jais. Ia menyebutkan, biaya untuk kedua anaknya yang berkuliah di Kota Malang, Jatim, juga berasal dari hasil menanam nanas.
Nanas telah lama berkembang di Blitar Utara. Warga memilih menanam nanas lantaran komoditas itu paling cocok dengan kondisi tanah yang berpasir dan kering.
Khoirul, warga Desa Kebon duren, Kecamatan Ponggok, Blitar, menembahkan, selain nanas kini warga juga mulai mengembangkan buah lain, seperti belimbing manis. Blitar adalah penghasil sejumlah buah-buahan andalan Jatim, termasuk durian, melon dan avokad.
Sesuai catatan Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, nanas dari kabupaten itu memiliki cirri khas yang berbeda dengan nanas dari daerah lain. Salah satunya ukuran buah yang tidak begitu besar, baratnya sekitar 1 kg, dan memiliki rasa manis. Luas lahan nanas di Blitar di perkirakan mencapai 5.000 hektar. Penghasil komoditas itu adalah Kecamatan Ponggok, Nglegok, Gandusari, Srengat, dan Udayana.
Kawasan pengganti
Mengenai perkembangan tanaman nanas, sejak tahun 2010 wilayah Blitar dan kabupaten tetangganya, Kediri, menjadi kawasan pengembang oleh Kementerian Pertanian. Penunjukan kawasan itu dilakukan sebagai pengganti dari lokasi sebelumnya di Kabupaten Subang Jawa Barat, yang dianggap kurang maksimal.
“Dari Subang digeser ke Blitar dan Kediri. Pertimbangannya karena di sini teknologinya dinilai lebih memungkinkan untuk pengembangan komoditas nanas. Teknologi itu maksudnya adalah sekali tanamlangsung dibongkar,” ujar Wawan Widianto, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, yang didampingi Kusbandono, staf Pembenihan Hortikultura.
Menurut mereka, sejak tahun 2011 mulai dikembangkan varietas nanas smooth cayenne di lahan baru seluas 25 hektar. Saat ini, luas tanaman nanas jenis itu telah mencapai 50 hektar. Smooth cayenne merupakan komoditas yang dianggap lebih menjual untuk ekspor lantaran bentuk fisiknya lebih besar, kandungan airnya lebih banyak, serta rasanya manis agak masam.
“Smooth cayenne untuk pasar ekspor. Namun, sejauh ini produksinya belum banyak. Adapun varietas yang lama, queen, ada pasarnya tersendiri. Nanas jenis ini banyak dikirim ke sejumlah kota di Indonesia, seperti Surabaya, Jakarta, Semarang, Balikpapan, dan beberapa daerah di Sumatera,” kata Wawan.
Dalam rangka pengembangan selanjutnya, kata Wawan, Dinas Pertanian dan Institut Pertanian Bogor (IPB) bermaksud mengintroduksi varietas middle diamond asal Kosta Rika. Ada eksportir yang membawa bibit itu ke Blitar dan saat ini masih dalam penelitaian.
Nama lokal dari Blitar utara memang lebih banyak mengisi pasar buah tradisonal. Saat ini, petani aktif membudidayakan nanas di Blitar sekitar 400 orang dan mereka tak lagi hanya memikirkan pasar lokal, tetapi juga pasar ekspor.
Sumber : Kompas (Senin, 23 September 2013)














